Sebanyak 65 siswa kelas 6 SD Plus Latansa, didampingi 5 guru, melaksanakan kunjungan edukasi yang inspiratif ke Markas Palang Merah Indonesia (PMI) kabupaten Demak. Kunjungan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan membekali siswa dengan pengetahuan praktis terkait pertolongan pertama dan kesiapsiagaan bencana sejak usia dini (09/10/25)
Rombongan SD Plus Latansa disambut hangat oleh relawan, Staf dan juga pengurus PMI Demak. Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah disiapkan, yang menggabungkan antara materi teori dan praktik interaktif.

Kegiatan diawali dengan sesi sambutan dari Pengurus Relawan, Misbakhul Munir, S. Sos. “Kami berharap, setelah kunjungan ini, adik-adik tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan. Semoga kalian termotivasi untuk menjadi relawan Palang Merah Remaja (PMR) dan kelak, ketika sudah dewasa, kalian bisa menjadi pendonor darah sukarela yang menyelamatkan banyak nyawa”
pada kesempaan lain, Kepala Sekolah, Iin Rahmawati, M. Pd., juga menyampaikan harapannya pada kunjungan kali ini, “harapan kami, bahwasannya anak kami tidak memiliki gambaran bahwa PMI semenakutkan itu, apalagi jika berhubungan dengan donr darah, kemudian kami berharap ada nilai positif yang didapatkan dari kunjungan kami ke PMI”.

Sesi utama yang paling menarik perhatian siswa adalah penjabaran edukasi pertolongan pertama. Staf PMI mengenalkan perlengkapan pertolongan pertama dan memberikan demonstrasi serta panduan langkah demi langkah tentang cara menangani luka ringan hingga mimisan yang disesuaikan untuk pemahaman anak-anak.

Selain itu, siswa juga dibekali materi siaga bencana, yang meliputi pengenalan jenis-jenis bencana di Indonesia, langkah-langkah evakuasi yang aman, dan pentingnya menyusun tas siaga bencana pribadi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penjelasan mengenai prosedur donor darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI dengan melihat beberapa guru pendamping melakukan donor darah, para siswa diajarkan tentang pentingnya donor darah bagi ketersediaan stok darah di rumah sakit, syarat-syarat umum pendonor, dan proses pengambilan darah yang aman dan steril. Edukasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan komitmen mereka untuk menjadi pendonor darah sukarela ketika telah mencapai usia yang diperbolehkan.