
Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah, S.E., dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran PMI atas dedikasinya dalam penanggulangan bencana dan pelayanan kesehatan. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara PMI dan visi pembangunan daerah. “Sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan PMI merupakan kunci dalam mempercepat penanganan masalah sosial. Saya berharap PMI Demak terus berinovasi, memperkuat sistem peringatan dini, dan memanfaatkan teknologi informasi agar pelayanan menjadi lebih efektif, efisien, dan responsif,” tegas Bupati saat membuka acara secara resmi.

Ketua PMI Kabupaten Demak, Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa tahun 2026 menjadi tahun tantangan yang menuntut PMI untuk bekerja lebih cepat dan akurat. Fokus utama ke depan meliputi transformasi digital pelayanan untuk manajemen stok darah serta penguatan kapasitas relawan sebagai ujung tombak organisasi. “Setiap butir keputusan yang kita ambil hari ini akan berdampak pada kualitas layanan kemanusiaan yang diterima oleh masyarakat Demak. Kemanusiaan tidak mengenal batas, dan pengabdian tidak mengenal lelah,” ujar Akhmad Sugiharto.

Sementara itu, dr. Hartanto yang mewakili Pengurus PMI Provinsi Jawa Tengah mengapresiasi keberhasilan pengumpulan Bulan Dana PMI Demak tahun 2025 yang mencapai lebih dari Rp794 juta. Beliau juga mendorong peningkatan kualitas produk olahan darah melalui fraksionasi plasma serta perhatian khusus bagi para donor darah sukarela. “PMI harus terus bertumbuh dan melaksanakan transformasi organisasi agar dapat beradaptasi dengan tantangan zaman, terutama dalam menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan organisasi yang profesional,” pesan dr. Hartanto.
Musyawarah ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan konstruktif yang mendukung visi PMI sebagai organisasi yang profesional, bersinergi, dan berkelanjutan di Bumi Kota Wali