Minggu, 9 Februari 2025, intensitas Curah hujan yang tinggi sejak tanggal 2 Februari 2025 mengakibatkan debit air sungai di wilayah Kecamatan Sayung meluap kepemukiman warga dan ditambah dengan kenaikan air laut sehingga menimbulkan debit air bertambah banyak. Dari kejadian tersebut ada 21 Desa terdampak dari 3 Kecamatan.
Banyaknya kebutuhan pangan yang dibutuhkan dari warga tersdampak , BPBD selaku leading sektor bencana di kabupaten demak dan Dinsos P2PA sudah membuka layanan Dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak, namun sejak tanggal 8 Februari 2025 kondisi banjir di wilayah Kecamatan Sayung semakin parah. berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD Demak, Dinsos P2PA, Baznas dan PMI Demak. PMI akhirnya juga membuka layanan Dapur umum yang berfokus pada warga desa Sayung.

Layanan Dapur umum ini memproduksi sebanyak 800 bungkus dan ini melibatkan beberapa unsur, mulai dari Korp sukarelawan (KSR), Siaga Bencana Berbasis (Sibat). Proses memasak nasi bungkus dilaksanakan di Markas PMI Kabupaten Demak, jalan Bhayangkara Baru No. 03 Demak

Kepala Markas PMI Demak, Ade Heriyanto menyampaikan bahwa layanan ini dibuka untuk membantu kekurangan produksi dapur umum yang sudah ada
” Tadi pagi kita berkoodinasi dengan dinas -dinas kabupaten Demak dan melakukan assessment ternyata masih banyak warga yang perlu dilayani, akhirnya diputuskan kita buka dapur umum untuk membantu kekurangan produk Dapur Umum yang sudah ada”
Lebih lanjut Ade juga menyampaikan harapannya semoga banjir segera surut dan meningkatkan kewaspadaan
“Semoga banjir di Sayung segera surut dan untuk warga mulai dari sekarang mulai sadar untuk menjaga sungai, tidak membuang sampah ke sungai dan menjaga dan selalu siaga menghadapi musim hujan ini, karena prediksi BMKG curah hujan masih akan tinggi”