DEMAK – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak menyelenggarakan kegiatan Lokalatih Crew Ambulance selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (20-21 Desember 2025). Bertempat di Aula Gedung PMI Kabupaten Demak, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan etika para personel dalam memberikan layanan kedaruratan kepada masyarakat.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh staf PMI dan sebanyak 24 relawan yang terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), hingga Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat). Turut hadir dalam acara pembukaan, Pengurus Ketua Bidang Relawan, Misbkahul Munir, S. Sos., serta jajaran pengurus lainnya.

Acara dibuka secara resmi oleh Pengurus Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Demak, Mulyanto, AP, M. Si., SH. Dalam sambutannya, Mulyanto menekankan aspek spiritual dan kemanusiaan dalam menjalankan tugas sebagai kru ambulans. “Hidup kita hanya sekali dan waktunya sangat sebentar. Dalam perjalanan kehidupan yang banyak jalannya ini, kita harus punya bekal kebaikan. Mumpung kita masih bernapas dan ada kesempatan, gunakan waktu ini untuk mencari bekal tersebut melalui pengabdian,” ujar Mulyanto.
Beliau juga menyoroti fenomena kecelakaan ambulans yang kerap terjadi akibat pengabaian etika berkendara. Mulyanto mengingatkan bahwa meski membawa pasien darurat, aturan dan hak pengguna jalan lain tetap harus dihormati.
“Banyak kejadian ambulans menerabas lampu merah hingga akhirnya terjadi kecelakaan. Mengendarai ambulans harus tetap beretika. Jika etika diabaikan, maka terjadi pelanggaran, dan saat itulah hak orang lain terrenggut,” tegasnya.

Selama dua hari, para peserta dibekali materi komprehensif yang melibatkan fasilitator lintas sektor, antara lain Pihak Kepolisian: Terkait tata cara berlalu lintas dan aturan prioritas di jalan raya, Tenaga Medis Profesional: Terkait teknik terapi oksigen dan Fasilitator Internal PMI: Terkait Standard Operating Procedure (SOP) internal dan manajemen armada.
Mulyanto berharap melalui lokalatih ini, seluruh kru ambulans PMI Kabupaten Demak mampu mengukur kondisi pasien dengan tepat serta tetap menjaga etika di jalan raya sesuai dengan SOP yang berlaku.
“Harapan saya , suatu saat jika dimobilisasi, para relawan tetap beretika di jalan sebagaimana mestinya. Profesionalisme tidak hanya soal kecepatan, tapi juga keselamatan dan ketertiban,” pungkasnya.